✓ Mari Mengenal Dan Mempelajari Aksara Lampung

Mari Mengenal Dan Mempelajari Aksara Lampung

Mari Mengenal Dan Mempelajari Aksara Lampung

Mari Mengenal Dan Mempelajari Aksara Lampung - Indonesia adalah negara yang amat kaya. Mulai dari kekayaan alam hingga budayanya telah banyak memikat para wisatawan baik dari dalam negeri maupun mancanegara.

Sebagai warga negara, kita harus bangga dan bersyukur kepada Allah yang maha esa karena telah memberikan kekayaan yang begitu luar biasa kepada bangsa Indonesia. Kekayaan tersebut harus bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dan harus terus dilestarikan agar dapat diwariskan kepada anak cucu kita.

Berbicara mengenai budaya, perubahan zaman membuat banyak anak muda mulai melupakan budayanya sendiri dan lebih tertarik dengan budaya asing. Padahal, jika bukan para anak muda generasi penerus bangsa, siapa lagi yang akan melestarikan budaya bangsa Indonesia?

Oleh karena itu, tulisan ini dibuat untuk mengajak para pembaca mengenal dan mempelajari aksara Lampung sebagai salah satu upaya dalam melestarikan budaya Indonesia.

Mari Mengenal Dan Mempelajari Aksara Lampung

Sejarah Aksara Lampung

Aksara Lampung (Had Lampung) adalah aksara tradisional Indonesia yang berkembang di wilayah selatan pulau sumatra. Para ahli meyakini bahwa aksara Lampung berasal dari aksara brahmi India. 

Sejak abad ke-17 hingga pertengahan abad ke-20 masyarakat Lampung aktif menggunakan aksara Lampung dalam karya sastra maupun tulisan sehari-hari. Bahkan pada zaman penjajahan Belanda, aksara Lampung digunakan untuk menulis surat-surat resmi seperti surat keterangan kelahiran, surat pengangkatan kepala kampung dan surat resmi lainnya.

Namun pada zaman pendudukan Jepang di Indonesia (1942-1945), pemerintah pendudukan Jepang melarang penggunaan aksara Lampung untuk kepentingan umum dan mewajibkan penggunaan aksara Latin untuk menuliskan bahasa daerah. Hal ini mengakibatkan semakin menyusutnya penggunaan aksara Lampung, bahkan hingga masa setelah kemerdekaan.

Barulah pada tahun 1970, DPRD Provinsi Lampung melalui sidang pleno I memutuskan agar sekolah-sekolah di Provinsi Lampung mulai mengajarkan aksara Lampung. Keputusan tersebut didukung oleh gubernur Lampung saat itu yaitu Zainal Abidin Pagaralam dengan mengeluarkan surat keputusan No. Des/012/BVI/HK/1971 untuk membentuk panitia penyusunan buku pelajaran aksara Lampung dengan ketua H. Moehamad Noeh.

Pada tanggal 22-23 Februari 1985, diadakan musyawarah pembakuan aksara Lampung yang menghasilkan keputusan No. 001/PAL/1985 yang berisi:
  • Aksara Lampung berlaku seragam sesuai buku Pelajaran Membaca dan Menulis Aksara Lampung karya H. Moehamad Noeh, dkk.
  • Mengesahkan tanda baca baru.
  • Aksara Lampung hasil pembakuan agar diajarkan pada semua sekolah di Provinsi Lampung.
  • Pemda dan dinas pendidikan Provinsi Lampung agar bekerjasama melestarikan aksara Lampung.
  • Kepala kanwil depdikbud Provinsi Lampung bersama Universitas Lampung agar segera membentuk lembaga pembinaan bahasa, sastra, dan budaya Lampung.
Berdasarkan keputusan tersebut, maka variasi bentuk aksara Lampung tidak diperbolehkan. Penggunaan aksara Lampung juga dapat dijumpai pada lambang kabupaten/kota/provinsi, plang nama jalan, gerbang selamat datang, dan lain-lain. Pelajaran bahasa daerah Lampung yang didalamnya terdapat pelajaran aksara Lampung juga wajib diajarkan pada semua sekolah di Provinsi Lampung.

Susunan Aksara Lampung

Aksara Lampung adalah sistem aksara yang terdiri atas empat komponen, meliputi kelabai sughat, benah sughat, angka dan tanda baca. Cara penulisan aksara Lampung adalah dari arah kiri ke kanan. Berikut adalah penjelasan dari masing-masing komponen aksara Lampung.

Induk/Kelabai Sughat

Induk/kelabai sughat dalam aksara Lampung adalah aksara dasar yang berjumlah 20 dengan setiap aksara mewakili satu suku kata dengan vokal /a/ atau /o/ sebagaimana berikut ini.

Mari Mengenal Dan Mempelajari Aksara Lampung

Anak/Benah Sughat

Anak/benah sughat adalah tanda yang diberikan pada aksara dasar yang bertujuan untuk mengubah vokal atau menambahkan konsonan pada aksara tersebut. Benah sughat pada aksara Lampung berjumlah 12 yang diletakan di atas, bawah, dan samping aksara dasar sebagaimana berikut ini.

Benah sughat di atas aksara ada 6 yaitu ulan /i/, ulan /e/, bicek /e/, datas /n/, teklubang /ng/, dan rejenjung /r/.

Mari Mengenal Dan Mempelajari Aksara Lampung

Benah sughat di bawah aksara ada 3 yaitu bitan /o/, bitan /u/, dan teklungau /au/.

Mari Mengenal Dan Mempelajari Aksara Lampung

Benah sughat di samping aksara ada 3 yaitu kelengiyah /ah/, teklingai /ay/, dan nengen.

Mari Mengenal Dan Mempelajari Aksara Lampung

Angka

Angka dalam aksara Lampung dimuat dalam Kamus Umum Bahasa Lampung-Indonesia cetakan Universitas Lampung pada tahun 1979. Angka ini lalu dipahat pada prasasti batu yang disahkan oleh gubernur Lampung Yasir Hadibroto pada  bulan Desember tahun 1985. 

Prasasti tersebut sekarang disimpan di Museum Lampung. Angka dalam aksara Lampung dapat dilihat sebagaimana berikut ini.

Mari Mengenal Dan Mempelajari Aksara Lampung

Tanda Baca

Tanda baca dalam aksara Lampung merupakan hasil dari musyawarah pembakuan aksara Lampung pada 1985 lalu. Musyawarah tersebut berhasil mensahkan 5 tanda baca sebagaimana berikut ini.

Mari Mengenal Dan Mempelajari Aksara Lampung

Contoh Penggunaan Aksara Lampung

Mari Mengenal Dan Mempelajari Aksara Lampung

Demikian informasi tentang mari mengenal dan mempelajari aksara Lampung. Semoga bermanfaat.
Referensi: Wikipedia

LihatTutupKomentar
Cancel

Komentar anda akan ditinjau terlebih dahulu sebelum dapat diterbitkan.