Latsar CPNS Dan Pelaksanaannya

Latsar CPNS Dan Pelaksanaannya

Latsar CPNS Dan Pelaksanaannya - Menjadi seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) masih menjadi keinginan sebagian orang. Gaji dan tunjangan yang stabil serta berbagai jaminan sosial yang ada menjadikan profesi PNS sebagai incaran.

Namun demikian, untuk menjadi seorang PNS tidaklah mudah. Banyak tahapan yang harus dilalui sebelum dapat dilantik menjadi PNS secara resmi.

Salah satu tahapan yang harus dilalui seorang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) agar dapat dilantik menjadi PNS adalah mengikuti Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) CPNS. Lalu sebenarnya apa itu Latsar CPNS dan bagaimana pelaksanaannya? 

Setelah sebelumnya saya telah menuliskan perbedaan PNS dan PPPK, dalam tulisan ini saya akan berikan penjelasan tentang pelaksanaan Latsar CPNS yang dulu dikenal dengan istilah Diklat Prajabatan.

Perbedaan Latsar dan Prajabatan CPNS

Meskipun memiliki tujuan yang sama yaitu menyiapkan CPNS agar memiliki pengetahuan, sikap, dan keterampilan agar dapat menjadi abdi negara dan pelayan publik yang baik, ternyata kedua program tersebut memiliki perbedaan yang cukup besar.

Perbedaan mendasar antara Latsar dan Prajabatan CPNS terletak pada pesertanya, waktu pelaksanaannya, dan biayanya. 

Peserta Latsar merupakan CPNS yang diangkat melalui formasi umum dan CPNS lulusan sekolah kedinasan. Sedangkan peserta Prajabatan merupakan CPNS yang diangkat melalui formasi khusus eks tenaga honorer K1, K2 dan Pegawai Tidak Tetap (PTT).

Waktu Pelaksanaan Latsar CPNS adalah 113 hari kerja atau setara 1.141 JP dengan rincian 33 hari kerja (288 JP) untuk pembelajaran on campus, dan 80 hari kerja (853 JP) untuk pembelajaran off campus. Sedangkan Prajabatan dilaksanakan dalam 7 hari kerja atau 78 JP yang semuanya merupakan kegiatan pembelajaran on campus.

Biaya pelaksanaan Latsar CPNS adalah sebesar Rp 5.260.000/per peserta. Sedangkan biaya pelaksanaan Prajabatan adalah Rp 2.242.000/per peserta. Seluruh biaya pelaksanaan Latsar maupun Prajabatan CPNS dibebankan pada anggaran instansi masing-masing peserta.

Pelaksanaan Latsar CPNS

Dasar Hukum

Dasar hukum pelaksanaan Latsar CPNS adalah UU No. 5 tahun 2014 tentang ASN, dan peraturan LAN No. 1 tahun 2021 tentang Pelatihan Dasar CPNS. Selain dua dasar hukum tersebut, terdapat Keputusan Kepala LAN tentang pedoman penyelenggaraan Latsar CPNS, Keputusan Kepala LAN tentang kurikulum Latsar CPNS, dan Peraturan LAN No. 3 tahun 2021 tentang Penetapan Tarif Nol Rupiah Latsar.

Jika ingin mempelajari seluruh dasar hukum pelaksanaan Latsar CPNS silahkan unduh pada tautan di bawah ini:

  • UU No. 5 tahun 2014 tentang ASN (Download)
  • Peraturan LAN No. 1 tahun 2021 tentang Pelatihan Dasar CPNS (Download)
  • Keputusan Kepala LAN tentang pedoman penyelenggaraan Latsar CPNS (Download)
  • Keputusan Kepala LAN tentang kurikulum Latsar CPNS (Download)
  • Peraturan LAN No. 3 tahun 2021 tentang Penetapan Tarif Nol Rupiah Latsar (Download)

Waktu Pelaksanaan

Latsar dilaksanakan selama masa percobaan untuk CPNS yaitu dalam kurun waktu 1 tahun. Di atas telah saya terangkan bahwa waktu pelaksanaan  Latsar CPNS adalah 113 hari kerja (1.141 JP/1 JP adalah 45 menit) dengan rincian 33 hari kerja (288 JP) untuk pembelajaran on campus secara klasikal. 

Sedangkan untuk pembelajaran off campus secara non klasikal dilaksanan dalam 80 hari kerja (853 JP) yaitu dengan melakukan aktualisasi dan habituasi pada satuan kerja. Khusus untuk pelaksanaan aktualisasi dan habituasi, instansi diperbolehkan menambah waktu pelaksanaan lebih dari 80 hari kerja jika memang diperlukan.

Kurikulum Pembelajaran

Kurikulum dalam pelaksanaan Latsar CPNS secara umum terdiri dari 4 mata pelatihan yaitu: sikap perilaku bela negara, nilai-nilai dasar PNS, kedudukan dan peran PNS, dan habituasi. Jika dijabarkan lebih rinci, maka mata pelatihan Latsar CPNS terdiri dari:

  1. Dinamika Kelompok
  2. Bela Negara
  3. Wawasan Kebangsaan
  4. Manajemen Aparatur Sipil Negara
  5. Isu Kontemporer
  6. A.N.E.K.A.: Akuntabilitas (A), Nasionalisme (N), Etika Publik (E), Komitmen Mutu (K), Anti Korupsi (A).
  7. Whole of Government
  8. Pelayanan Publik
  9. Rancangan Aktualisasi
  10. Aktualisasi (off campus)
  11. Program Kokurikuler

Dengan begitu banyaknya mata pelatihan, maka peserta Latsar CPNS wajib menginap di pusat pelatihan saat pembelajaran on campus.

Kualifikasi Kelulusan

Kelulusan peserta ditentukan berdasarkan penilaian yang dilakukan selama pelaksanaan on campus maupun of campus. Penilaian Latsar CPNS terdiri atas penilaian:

  • Sikap yang dilakukan oleh tim bela negara dengan bobot 10%, 
  • Absensi kelas yang dilakukan oleh Widyaiswara dengan bobot 40 %,
  • Ujian yang dilakukan oleh Widyaiswara dengan bobot 20%, dan
  • Aktualisasi yang dilakukan oleh penguji, coach, dan mentor dengan bobot 30%.

Pelaksanaan penilaian peserta Latsar CPNS dilakukan dengan ujian dan seminar. Ujian dilakukan dengan mengerjakan soal-soal tentang mata pelatihan sebelumnya, sedangkan seminar dilakukan pada saat mengajukan proposal aktualisasi dan setelah selesai melaksanakan kegiatan aktualisasi di satuan kerja masing-masing.

Adapun nilai yang akan didapatkan peserta Latsar adalah sebagai berikut:

  • Sangat Memuaskan : 90,01 - 100
  • Memuaskan : 80,01 - 90,0
  • Cukup Memuaskan : 70,01 - 80,0 (Passing grade)
  • Kurang Memuaskan : 60,01 - 70,0
  • Tidak Memuaskan : ≤ 60

Jika peserta belum mendapatkan nilai dengan kualifikasi tidak memuaskan, atau jumlah ketidak hadiran pada kegiatan on campus melebihi 9 sesi (27 JP) atau setara 3 hari kerja, maka peserta dinyatakan tidak lulus. Namun jika peserta mendapatkan nilai dengan kualifikasi kurang memuaskan, maka kelulusannya ditunda.

Peserta wajib mengikuti pembelajaran remedial untuk memenuhi syarat kelulusan dengan waktu maksimal 15 hari kerja. Tim penilai akan kembali melakukan penilaian untuk menentukan hasil kelulusan.

Demikian tulisan tentang Latsar CPNS dan Pelaksanaannya, semoga bermanfaat.


Selanjutnya Sebelumnya
Tidak Ada Komentar
Tambah Komentar
comment url