Syarat Dan Rukun Puasa Ramadhan Agar Ibadah Sah, Catat!

Syarat Dan Rukun Puasa Ramadhan Agar Ibadah Sah, Catat!

Tidak lama lagi umat muslim di Indonesia dan seluruh dunia akan menyambut kedatangan bulan Ramadhan 1443 H. Salah satu bulan yang istimewa dalam Agama Islam ini, merupakan bulan yang amat dinantikan karena banyaknya keutamaan yang terkandung di dalamnya.

Puasa merupakan salah satu keutamaan yang ada dalam bulan Ramadhan yang termasuk dalam salah satu rukun islam yang lima. Puasa adalah ibadah yang wajib dilaksanakan oleh setiap umat muslim yang telah memenuhi syarat.

Kewajiban puasa Ramadhan ditegaskan dalam Firman Allah Ta'ala dalam Surat Al-Baqarah: 183 yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa".

Meskipun puasa Ramadhan merupakan ibadah yang dilakukan satu bulan dan setiap tahun, mungkin sebagian dari kita ada yang sudah lupa dengan syarat dan rukun puasa Ramadhan. Padahal setiap ibadah wajib terpenuhi syarat dan rukunnya agar ibadah yang dilakukan sah.

Oleh karena itu, pada tulisan kali ini, saya akan membagikan informasi tentang syarat dan rukun puasa Ramadhan agar ibadah puasa sah.

Pengertian Syarat dan Rukun

Menurut para ulama ushul fikih, syarat adalah: “Sesuatu yang jika ia tidak ada maka suatu amalan dianggap tidak ada. Namun dengan adanya dia, belum tentu suatu amalan dianggap ada, yang ia terletak di luar amalan". Sedangkan rukun adalah: “Sesuatu yang jika ia tidak ada maka suatu amalan dianggap tidak ada. Namun dengan adanya dia, belum tentu suatu amalan dianggap ada, yang ia terletak di dalam amalan".

Maksudnya adalah jika suatu amal ibadah harus terpenuhi syarat dan rukunnya dan jika tidak terpenuhi syarat dan rukunnya, maka amalan ibadah tersebut dianggap tidak ada atau tidak sah. Namun bedanya, syarat berada diluar amalan ibadah, sedangkan rukun berada di dalam amalan ibadah.

Sebagai gambaran, wudhu merupakan salah satu syarat sah sholat. Jika ada orang yang melakukan sholat tidak berwudhu, maka sholatnya tidak sah. Hampir sama dengan wudhu, gerakan sholat seperti takbir, ruku' dan sujud dalam sholat juga harus dilakukan dengan benar agar sholatnya sah. Bedanya, wudhu dilakukan diluar sholat, sedangkan gerakan sholat mulai takbir hingga salam dilakukan di dalam sholat.

Syarat dan Rukun Puasa Ramadhan

Puasa Ramadhan merupakan ibadah wajib yang termasuk rukun islam yang lima. Hal ini sesuai dengan hadist yang berikut:

“Dari Abi Abdurrahman, yaitu Abdullah Ibn Umar Ibn Khattab r.a, berkata: saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Islam didirikan dengan lima hal, yaitu persaksian tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya, didirikannya shalat, dikeluarkannya zakat, dikerjakannya hajji di Baitullah (Ka’bah), dan dikerjakannya puasa di bulan Ramadhan.” (Hadits Shahih, riwayat al-Bukhari: 7 dan Muslim: 19)

Syarat Wajib Puasa

Adalah syarat yang menjadikan seseorang wajib menunaikan ibadah puasa Ramadhan.

Sehat dan tidak sedang dalam perjalanan jauh.

Allah Ta'ala berfirman: “Dan barangsiapa yang dalam keadaan sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain.” (QS Al-Baqarah: 185).

Suci dari haid dan nifas

Hal ini berdasarkan hadis dari Mu’adzah yang pernah bertanya pada ‘Aisyah r.a tentang hal tersebut. Mu’adzah berkata:

“Saya bertanya kepada Aisyah ‘Kenapa gerangan perempuan yang haid mengqadha’ puasa dan tidak mengqadha’ shalat?’ Aisyah menjawab, ‘Apakah kamu dari golongan Haruriyah? ‘ Aku menjawab, ‘Aku bukan Haruriyah, akan tetapi aku hanya bertanya.’ Dia menjawab, ‘Kami dahulu juga mengalami haid, maka kami diperintahkan untuk mengqadha’ puasa dan tidak diperintahkan untuk mengqadha’ salat’.”

Islam

Baligh dan berakal

Rasulullah SAW bersabda: “Pena (catatan amal) diangkat dari tiga jenis orang: orang yang tidur hingga ia bangun, anak kecil hingga ia balig, dan orang gila hingga ia berakal.” (HR. An-Nasa`i no. 7307, Abu Dawud no. 4403, Ibnu Hibban no. 143).

Mampu

Syarat Sah Puasa

Merupakan syarat yang harus ditunaikan agar ibadah puasa Ramadhan yang dilakukan sah.

Islam

Merupakan syarat sah dari seluruh amal ibadah. Allah Ta'ala berfirman yang artinya: “Sesungguhnya Allah hanya menerima amalan dari orang-orang yang bertakwa.” (QS Al-Ma`idah: 27).

Mumayyiz

Menurut pengertiannya adalah dapat membedakan baik dan buruk. Jika ada seorang anak kecil yang melakukan ibadah puasa ramadhan dengan syarat dan rukunnya, maka sah ibadah puasanya.

Menurut ulama, mumayyiz adalah jika seorang anak sudah dapat memahami perkataan orang lain secara umum dengan baik. Hal ini sesuai dengan hadits dari ‘Abdullah bin ‘Abbas RA, yakni: “Seorang perempuan mengangkat seorang anak kecil (ke hadapan Nabi SAW), kemudian ia berkata: ‘Apakah anak ini hajinya sah?’ Nabi menjawab: ‘Iya sah, dan engkau mendapatkan pahala’.” (HR Muslim no. 1336).

Berakal

Sesuai dengan hadits yang sudah dijelaskan sebelumnya tentang syarat wajib puasa ramadhan, orang yang hilang akal maka tidak sah amalnya.

Suci dari haid dan nifas

Sesuai hadits yang telah disebutkan di atas, perempuan yang sedang haid dan nifas tidak sah puasa Ramadhannya dan wajib mengqadha pada lain waktu.

Masuk waktu Ramadhan

Puasa Ramadhan akan sah jika dikerjakan pada waktunya. Waktu puasa Ramadhan adalah sejak terbit fajar shadiq hingga terbenam matahari.

Berniat

Niat merupakan salah satu syarat sah ibadah termasuk puasa Ramadhan. Dalilnya adalah sabda Nabi SAW: “Sesungguhnya setiap amal itu tergantung dari niatnya.".

Rukun Puasa

Rukun puasa adalah menahan diri dari pembatal puasa mulai dari terbit fajar sampai terbenam matahari. Hal ini sesuai firman Allah Ta'ala: "Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam.” (QS Al-Baqarah: 187).

Rasulullah SAW bersabda: “Jika datang malam dari sini, dan telah pergi siang dari sini, dan terbenam matahari, maka orang yang berpuasa boleh berbuka.” (HR Al-Bukhari no.1954, Muslim no. 1100).

Hal-Hal Yang Membatalkan Puasa

Dari keterangan di atas, rukun puasa adalah menahan diri dari pembatal puasa mulai dari terbit fajar sampai terbenam matahari. Hal-hal yang membatalkan puasa adalah sebagai berikut:

  • Makan dan minum dengan sengaja
  • Muntah dengan sengaja
  • Haid dan nifas
  • Keluarnya mani dengan sengaja
  • Berniat membatalkan puasa
  • Jima' (berhubungan suami istri) di siang hari

Demikian informasi tentang Syarat Dan Rukun Puasa Ramadhan. Semoga kita sebagai umat muslim dapat menjalankan ibadah puasa Ramadhan setiap tahunnya dengan baik dan mendapatkan pahala puasa Ramadhan. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Komentar
Komentar anda akan ditinjau terlebih dahulu sebelum dapat diterbitkan.
Pastikan anda mencentang "beri tahu saya" atau "notify me" untuk mendapat pemberitahuan jika komentar anda sudah ditanggapi.